Proposal yang baik bukan soal panjang atau mewah — tapi soal kejelasan, data, dan kepercayaan. Ikuti panduan ini untuk meningkatkan peluang proposal kamu didanai.
Proposal hanya bisa dikirim setelah organisasi mendapat status terverifikasi. Selesaikan proses KYB terlebih dahulu.
Pelajari fokus CSR dan SDGs perusahaan target. Proposal yang selaras dengan strategi CSR perusahaan memiliki peluang 3x lebih besar untuk didanai.
Kumpulkan data kondisi saat ini (baseline) di wilayah program. Data kuantitatif sangat memperkuat argumen kebutuhan program.
Ringkasan masalah, solusi, target penerima, anggaran, dan dampak yang diharapkan. Ini bagian pertama yang dibaca reviewer.
Jelaskan masalah dengan data konkret. Sertakan data nasional/regional yang relevan. Hindari kalimat generik tanpa data pendukung.
Jelaskan aktivitas konkret, metodologi, target penerima spesifik, dan bagaimana program berjalan secara operasional.
Rincian biaya per komponen, per bulan. Sertakan justifikasi untuk setiap item besar. Pastikan wajar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Buat timeline realistis dengan milestone yang terukur. Setiap milestone harus punya output yang jelas dan dapat diverifikasi.
Tentukan KPI kuantitatif yang akan diukur: berapa penerima manfaat, persentase peningkatan yang ditarget, timeline pengukuran.
Jangan tulis 'Operasional Rp 100 juta' — pecah menjadi: transport Rp X, konsumsi Rp X, ATK Rp X, dll.
Tulis harga satuan dan volume: '50 kg bibit × Rp 10.000 = Rp 500.000'. Lebih dipercaya daripada angka bulat.
Biaya SDM < 30% total anggaran, overhead < 10%. Proporsi terlalu besar untuk honor bisa menurunkan kepercayaan reviewer.
Gunakan harga pasar setempat (bukan jakarta jika program di daerah). Lampirkan survey harga atau kuitansi referensi jika tersedia.
File proposal lengkap dalam format PDF, maksimal 20 MB.
Rincian anggaran dalam format spreadsheet atau PDF terpisah.
Profil singkat organisasi, struktur pengurus, dan foto-foto kegiatan sebelumnya.
Surat pernyataan bermaterai dan surat rekomendasi dari tokoh/lembaga setempat (jika ada).
Proposal dengan target 10.000 penerima tapi anggaran Rp 100 juta akan diragukan kapasitasnya. Lebih baik target realistis dan terlampaui.
Klaim 'masalah besar' tanpa data pendukung membuat proposal terlihat tidak profesional.
'Melaksanakan pelatihan' bukan milestone yang baik. Gunakan: 'Melatih 50 peserta mencapai nilai ≥ 80 pada tes akhir pelatihan'.
Reviewer mudah mendeteksi proposal generik. Sesuaikan setiap proposal dengan konteks spesifik wilayah dan target penerima.